Rumah Allah Penyejuk Hati
Di siang itu,
Aku berjalan menapaki bumi
Melewati berbagai polusi
Menuju rumah Allah yang setiap hari aku kunjungi
Tergesa-gesa langkahku,
Sembari membawa pena hijau dan satu buku hitam,
tak berselang lama aku sampai ketujuan,
setelah berjam-jam bermain dan
memperhatikan layar monitor diruangan
menuju lah aku ke kamar mandi
Cuaca saat ini sangat mendung sekali
Menandakan sang hujan akan bertemu dengan bumi ini
Benar saja,
gemuruh suara angin,
Tumpahnya sang hujan kebumi
Serentak suasana menjadi hening
Mungkin semua orang disini menikmati,
Rizki yang Allah berikan di hari ini
Sang penyejuk alam yang diturunkan Allah
Sangatlah memberikan ketenangan
Akupun yang lelah saat itu mengambil posisi duduk
Tepat diteras mesjid
Sembari memainkan pena dan menikmati kenyamanan yang Allah berikan
dan itu semua sungguh menenangkan perasaan..

Comments
Post a Comment